Desa Tumbak Madani =>| |~

Desa Tumbak Madani

Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara Provinsi Sulawesi Utara

Hot

Loading...

Post Top Ad

Sabtu, 11 November 2017

Hiu Dari Tumbak, Minahasa Tenggara

16.33 0
Laut Tumbak Madani dan Tumbak, Kab. Minahasa Tenggara ternyata terekam menyimpan banyak jenis ikan. Salah satunya ikan Hiu... 

Berikut kami tampilkan video rekaman dari aktivis lingkungan asal Prancis yang kini telah menjadi warga Tumbak, Ahmad Zaidan. Video ini telah diunggah ke youtube. 
Read More

Kamis, 03 Agustus 2017

Surga Tumbak dan Tumbak Madani

08.06 0
OLEH PRIYANTONO OEMAR

Dilaokku kallumangku Ma bukoknu busayangku lepaku Ma bittaknu tummuangku dalleku

Irwan Mau (52 tahun) mendendangkan lagu Bajo itu di hadapan kami. Warga Desa Tum bak itu kemudian me nerjemahkan untuk kami. \"Lautku penghidupanku/ Di pundak mu kukayuh bahteraku/ Di perutmu kutemukan rezekiku\'\'
Tak berlebihan jika warga Desa Tum bak dan Desa Tumbak Madani di Ke camatan Pusomaen, Minahasa Teng gara, itu menggantungkan hidupnya pada laut. Tak ada lahan pertanian di desa mereka. `\'Desa kami dibangun di tanjung pasir yang tandus, yang tiap bulan selalu ada air pasang dan air surut. Air bersih dialirkan dari desa lain,\'\' ujar Muhammad Ibrahim, hukum tua Desa Tumbak Madani, kepada saya, awal Januari 2016.

Syekh Abdul Samad Bachdar, lahir di Gorontalo berayahkan Arab Yaman Syekh Al Haj Husein Bachdar, mem - berikan kesaksian tentang Tumbak lewat syairnya.

Tandus pasir merupa tanjung, Cecile dan sempit letaknya lengkung Tiada bertumbuh walaupun jagung, air pula di lain kampung Ia datang di Tumbak dalam usia 22 tahun bersama rombongan punggawa Bajo Tilamuta, Sya\'ban Ibrahim Mau, yang menjadi mertuanya. Dari pung gawa ini, warga Tumbak mendapat keterampilan turun-temurun berupa seni pencak silat. `\'Hanya ditampilkan pada saat ada perayaan hari-hari besar,\'\' ujar Irwan.

Hanya ada satu jalan utama yang menghubungkan dua desa itu, diapit rawa dengan hutan bakau seluas satu hektare dan perairan Laut Maluku. Dalam satu rumah bisa ada 2-3 keluarga.

Desa para penghalau perompak Tumbak ada sejak 1918, ketika rombongan nelayan Bajo dalam 10 soppe(perahu) tiba di kawasan ini. Di bawah pimpinan punggawa Tilamuta, Sya\'ban Ibrahim Mau, rombongan beranggota 67 orang itu mendapat tawaran me netap di sini untuk menghalau perom pak.

`\'Tumbak berasal dari tombak, senjata untuk perang maupun untuk menangkap ikan dan hewan,\'\' ujar Muchtar Baba, mantan hukum tua Desa Tumbak. `\'Tapi, tumbak juga bisa berupa tunas pohon posi-posi yang ujung - nya menyerupai tombak,\'\' tam bah Baba.

Tumbak adalah bahasa lokal untuk tombak. Tapi ada pula yang mengartikan sebagai akronim dari tumbuhan bakau. Ada pula versi awal yang tergambar dalam syair Syekh Abdul Samad Bachdar.

Konon dulu ada pembajak, dari Mindanow berbintak-bintak Datang di sini maksud merampok, dengan senjata panah dan tumbak Terdengar oleh Burger di Belang, mereka datang berpelang-pelang Setelah bertemu lalu perperang, tumbak-menumbak parang- memarang Pada 2010, Tumbak dimekarkan menjadi dua. Sebanyak 97 persen warga dua desa ini adalah nelayan. Untuk hasil pertanian, mereka membeli di desa tetangga. Sebagian kecil, mereka dapatkan dari tanah kebun di Pulau Bentenan. 

Tujuan awal kami ke Minahasa Teng gara semula adalah Pulau Bentenan, yang di masa lalu dikenal di Mi na - ha sa sebagai sentra tenun bentenan. Tetapi, tenun di Bentenan sudah mati di awal abad ke-20. Pulau di seberang Desa Tumbak itu, kini men jadi tempat mena nam rica dan tomat.

Sebelum menuju Tumbak, kami menginap di Kampung Jawa Tondano di Kabupaten Minahasa, sekitar 150 meter dari Masjid Tondano. Mencari tempat shalat dan makanan halal di Kampung Jawa Tondano tak susah bagi kami, karena Kampung Jawa Tondano merupakan pusat Muslim di Minahasa. Dari Tondano, kami me - nuju Tumbak lewat Kecamatan Langowan. Sekitar satu jam perjalanan menggunakan mobil. 

Dari sisi pantai sebelum memasuki desa, terlihat Pulau Ponteng dan Pulau Baling-Baling di sisi kanan desa, di tengah Laut Maluku. Pulau Baling-Baling menjadi tempat makam Syekh Abdul Samad Bachdar.

Meski berada di Minahasa Tenggara, mereka bukanlah orang Minahasa asli. Dua desa itu telah menjadi melting pot. Mereka berasal dari Bajo, Gorontalo, Bugis, Makassar, Madura, Tidore, Buton, Mandar, Sasak, dan Bali. Semua meleburkan budaya di tanjung ini.
(ed:nina chairani)


Punya Banyak Lokasi Snorkeling

Laut Maluku menyimpan keindahan termbu karang. Perairan Tumbak memiliki banyak lokasi snorkeling yang disukai turis untuk melihat terumbu karang dan ikan-ikan, antara lain clown fish, blue spot fish ray, belut laut, fugu, dan banggai cardinal fish. `\'Ternyata ada sekerat surga di sini. Ada tempat yang bagus selain Bunaken,\'\' ujar Dian Ayu Aryani, anggota rombongan perjalanan kami.
Pulau-pulau kecil di sekitar Tumbak yang masih terjaga, seperti Pulau Baling-baling dan Ponteng membuat indah pemandangan. Yang khas adalah lokasi makam umum di Pulau Bentenan. `\'Jika ada warga yang meninggal, jenazah diantar menggunakan perahu,\'\' ujar Dian.

Lahan darat di desa yang sempit, tak memungkinkan adanya lahan makam. Untuk rumah saja, tak cukup. Yang tak bisa membangun rumah di darat, mereka membangun rumah panggung di perairan. Jika anggota keluarga bertambah, mereka memperluas rumah dengan membangun rumah di bagian belakang di sisi laut. Keindahan taman laut Maluku menjadi halaman belakang rumah mereka.

`\'Alhamdulillah, belum pernah terjadi apa-apa, semoga tetap tidak terjadi,\'\' ujar Ibrahim, menjawab kekhawatiran saya mengenai kemungkinan terjadinya tsunami. Pada pertengahan November 2014, terjadi gempa 7,3 SR di kedalaman 10 km perairan Maluku.

Reublika.co.id

Read More

Kamis, 27 Juli 2017

Pulau Punten, Tumbak Madani Sangat Memukau

18.03 0
Taman laut tumbak mulai mendunia karena banyak wisatawan mancanegara (wisman) yang mengunjungi lokasi tersebut.

Pemerhati dan pelaku pariwisata di Posumaen, Mario Lontaan, di Ratahan, Minggu mengatakan, Taman Laut Tumbak yang berada di Kabupaten Minahasa Tenggara, tepatnya di Kecamatan Posumaen ini bahkan telah tersohor di luar Sulut, karena keindahan bawah lautnya. 


"Bahkan ada yang menyebutkan taman laut Tumbak ini, merupakan taman laut terluas di Sulut, dengan berbagai koleksi karang dan jenis ikan, makanya banyak peneliti dari Eropa seperti dari Prancis rutin melakukan penelitian di taman laut ini," katanya.

Bagi sebagian warga Sulawesi Utara (Sulut) mungkin tak banyak warganya mengetahui jika kawasan pantai selatan wilayah ini mempunyai taman laut yang memiliki keindahan dan telah mendunia.

Koleksi taman laut Tumbak berbagai macam dari hardcoral, dan softcoral yang sangat luas, termasuk hutan kipas laut yang luasnya sekira 300 meter, dan memiliki 20 spot snorkling dan diving.

Selain hamparan karang laut, yang membuat Taman Laut Tumbak mempunyai karakteristik, yakni adanya gugusan beberapa pulau berpasir putih, seperti Pulau Punten, Pulau Baling Baling, Pulau Tumbak.

"Bagi yang suka snorkling, tak harus ke tengah laut, karena di pinggir pulau sudah terlihat ikan maupun keindahan karang-karang yang ada di taman laut. Tapi ada juga hanya ingin santai di pulau karena pasir putihnya, dan jernihnya air laut," terangnya.

Selain itu, di beberapa titik sekitar taman laut, terdapat beberapa pantai berpasir putih yang belum tersentuh para wisatawan, dan hutan mangrove yang berjejer di tepi pantai.

"Jadi ada beberapa pilihan bagi para wisatawan jika ingin berkunjung, selain keindahan bawah laut, ada juga gugusan pulau dan pantai berpasi putih. Makanya jika ada yang ingin menikmati keindahan di daerah ini ada juga penginapan yang disiapkan," tuturnya.

Menuju ke Taman Laut Tumbak, dari arah Kota Manado cukup menggunakan mobil memakan waktu dua jam, ke Ibu kota Minahasa Tenggara Ratahan. Kemudian perjalan dilanjutkan perjalanan dengan mobil 45 menit ke Posumaen.

"Apalagi saat ini fasilitas penunjangnya seperti jalan-jalan penghubung, sudah disiapkan pemerintah sehingga memudahkan wisatawan untuk berkunjung ke wilayah ini.



Read More

Sabtu, 08 Juli 2017

Tumbak Madani Dalam Facebook

19.21 0
Berikut ini kami share screan-shot status FB beberapa orang yang membicarakan tentang TumbaK Madani. Silahkan Anda berselancar sendiri untuk mencarinya di mesin pencarian Facebook. Semoga Allah menjadikan Desa ini berkah.














Read More

Minggu, 02 Juli 2017

Tumbak: Perjumpaan Identitas

02.07 0

Fakta menarik berdirinya Desa Tumbak. Komunitas pendatang yang bermukim di kampung tersebut adalah mayoritas Muslim, Nelayan, Suku Bajau, dan sering hidup di laut. Sementara, didesa tetangganya, dihuni oleh Kristiani, Petani, Suku Minahasa dan sering hidup di darat atau pegunungan. 

Bagaimana kedua identitas ini berjumpa dan mengelola keragaman yang ada? Apakah kehadiran para pelaut di tanah Toar tersebut mulus-mulus saja, atau mengalami proses panjang akibat dari penolakan orang "lokal"?

Hampir kebanyakan daerah-daerah yang telah di huni oleh penduduk sebelumnya di Indonesia, selalu diwarnai dengan gesekan kultural. Bagi masyarakat lokal, kehadiran pendatang dapat mengancam eksistensi mereka. Kebanyakan garapan ekonomi, politik dan sosial masyarakat setempat terganggu oleh kehadiran penduduk baru. Streotipe ini lah yang akhirnya kemudian selalu menjadi pangkal terjadinya konflik horisontal.

Dalam konteks masyarakat Tumbak, justru tidak demikian. Kehadiran perantau yang sedang melajah laut dari Gorontalo dibawah kendali Sya'ban Mau dan Syekh Abd Samad Bachdar, justru menjadi kesempatan bagi pemerintah dan masyarakat disekitar semenanjung Tumbak, mulai dari Tatengesan hingga Ratahan, untuk menyelamatkan teritori daerah itu. Sebab, jauh sebelum kedatangan para Ksatria Laut itu, tanah Tumbak sering di singgahi para bajak laut dari negeri asing. Kekayaan dan sumber daya lautnya di eksploitasi oleh mereka. 

Kehadiran Punggawa Bajo (Gelar Sya'ban Mau) dan Syekh Abd Samad Bachdar beserta rombongan, menjadi benteng bagi tanah tandus tersebut. Teror yang selama ini tercipta mulai memudar. Desa tetangga merasa aman. Bagusnya lagi, kebutuhan akan ikan laut oleh orang "gunung" sangat lancar dengan adanya penduduk Tumbak yang sering mendistribusikan ke Desa-desa tetangga, baik dalam bentuk dagang atau bantuan.

Nah, atas prestasi interaksi sosial yang diciptakan inilah, akhirnya pemerintah meminta agar rombongan yang tadinya hanya mampir rehat, untuk menetap dan mejadikan tanah lengkung itu menjadi sebuah perkampungan.

Belum lagi suku Minahasa yang dikenal selalu terbuka terhadap pendatang, akhirnya menjadikan suasana hubungan sosial dari identitas-identitas yang berbeda tadi menjadi menyatu dan rukun. (adm)
Read More

Ikhtisar Tumbak Madani

02.01 0
1.        Nama, arti dan latar belakang
Nama Tumbak artinya Tombak, yaitu sejenis senjata yang digunakan dalam perang maupun sebagai alat penangkap ikan atau hewan lain.
Nama tersebut diambil dari tunas pohon posi-posi yang banyak terdapat di Tumbak. Tunas tersebut berbentuk menyerupai ujung tombak yang dalam Bahasa setempat dinamakan tumbak.
Kisah lain mengatakan konon dahulu ditempat ini terjadi peperangan antara Burger di Belang dan Perompak Mindanow Filipina yang bersenjatakan Panah dan Tombak.
2.       Sejarah pembukaan desa Tumbak
Dibuka oleh Abdusamad Bachdar pada tanggal 22 April 1918 atas izin dan tawaran dari Hukum Kedua Belang, Rulan Maringka yang mendapat persetujuan dan pengukuhan dari Hukum Besar Ratahan, Supit.
10 buah perahu soppe beranggotakan 67 orang dadanakang (bersaudara) pimpinan Punggawa Tilamuta, Sya’ban Mau adalah cikal bakal penduduk desa Tumbak.
Pada tahun 2010, dibawah kepemimpinan Bupati Telly Tjanggulung, dimekar menjadi 2 desa, yakni desa Tumbak dan Tumbak Madani.
3.       Letak geografi
Tumbak terletak pada;       124˚. 53’. 30” BT
                                                        01 ˚. 02’. 00” LU
Terletak di pantai laut Maluku, Kecamatan Belang (sekarang Pusomaen) Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara, dengan batas-batas sebagai berikut;
Pada sebelah Utara, bersebelahan dengan desa Bentenan.
Sebelah Selatan, bersebelahan dengan desa Minangan.
Sebelah Timur, bersebelahan dengan Laut Maluku.
Sebeleh Barat, bersebelahan dengan desa Tatengesan.
4.      Iklim dan musim pancaroba
a.       bulan April – Mei, peralihan Barat-Utara ke Selatan
b.      bulan Oktober – November, peralihan Selatan ke Barat-Utara,
Musim hujan biasanya (normal);
1) Hujan Selatan, Mei-Juni-Juli
2) Hujan Barat, Desember-Februari
Musim Panas;
1) Bulan Maret-April
2) Bulan Agustus-Oktober
Sepanjang 4 – 5 tahun ini cuaca, musim dan iklim tidak berjalan seperti biasanya. Banyak terjadi pergeseran dan perobahan waktu.
5.       Perekonomian
Pada umumnya penduduk desa Tumbak bermata pencarian penangkap ikan atau nelayan.
6.       Penduduk, adat dan kebudayaan
Jumlah penduduk (1994) 1.075 jiwa/220 KK beragama Islam 100%.
Adat dan budaya membaur antar suku bangsa yang ada namun lebih didominasi adat dan budaya Bajo dan Gorontalo. Sedang kan Bahasa sehari-hari adalah Bahasa Indonesia dan Bahasa Bajo.
7.       Sarana pendidikan
Pendidikan Umum               : 1 buah SDN, 1 buah SMP
Pendidikan Agama               : PAUD dan Raudhatul Atfal Al Hikam
8.       Sarana Peribadatan             
Masjid                                         : 2 buah
TPA                                              : 5 buah
9.       Sarana Lainnya      
Kantor Desa                             : 1 buah (Tumbak Induk)
Balai Desa                                  : 2 buah
MCK                                            : 1 buah (Tumbak Madani)
Lapangan Olahraga             : 1 buah (Tumbak Madani)

Tambatan Perahu                 : 1 buah (Tumbak Induk)
Read More

Sabtu, 01 Juli 2017

KokoBuko Beach Tumbak Madani

07.09 0

Ini dia salah satu objek wisata di Tumbak Madani yang dikelola oleh anak-anak muda. Menjadi alternatif bagi para wisatawan yang ingin memanjakan diri sembari menikmati indahnya alam. Berlokasi di ujung kampung Tumbak Madani, lokasi ini digandrungi anak-anak muda. 
Read More